Cerita Dewasa Bercinta Dengan Dokter Sexy

Diposting pada

Cerita Dewasa Bercinta Dengan Dokter Sexy | Malam itu seperti biasanya saya main futsal bersama kawan-kawan, saat permainan terjadi insiden benturan yang cukup keras kaki saya dan tiang gawang. Seketika itu juga saya langsung terkapar, kawan-kawan sudah panik dengan keadaan saya. Langsung mereka membawa saya ke rumah sakit terdekat. Tiba di RS, saya diperiksa di UGD yang kemudian di haruskan untuk rawat inap karna kaki saya mengalami keseleo urat. Saya pilih ruang VIP supaya tidak terganggu.

Cerita Dewasa Bercinta Dengan Dokter Sexy

Cerita Dewasa Bercinta Dengan Dokter Sexy | Pada pagi harinya, Dokter Magdalena melihat keadaan saya.
“Gimana Mas Norman, masih sakit kakinya..?” katanya.
“Sudah lumayan Dok..!” kata saya.
Lalu, “Sekarang coba kamu tarik nafas lalu hembuskan, begitu berulang-ulang ya..!”
Dengan stetoskopnya, Dokter Magdalena memeriksa tubuh saya. Saat stetoskopnya yang dingin itu menyentuh dada saya, seketika itu juga suatu aliran aneh menjalar di tubuh saya. Tanpa saya sadari, saya rasakan batang kejantanan saya mulai menegang. Saya menjadi gugup, takut kalau Dokter Magdalena tahu. Tapi untung dia tidak memperhatikan gerakan di balik selimut saya. Namun setiap sentuhan stetoskopnya, apalagi setelah tangannya menekan-nekan ulu hati, semakin membuat batang kejantanan saya bertambah tegak lagi, sehingga cukup menonjol di balik selimut.

“Wah, kenapa kamu ini..? Kok itu kamu berdiri..? Terangsang saya ya..?” katanya.
Mati deh! Ternyata Dokter Magdalena mengetahui apa yang terjadi diselangkangan saya. Aduh!
Lalu dia dengan tiba-tiba membuka selimut sambil berkata, “Sekarang saya mau periksa kaki mas…” katanya.
Dan, “Opsss… i did it again..!” terpampanglah kemaluan saya yang besar dihadapannya.
Gila! Dokter Magdalena tertawa melihat batang kejantanan saya yang besar dan mengeras itu.
“Uh, kontol mas besar ya..?” kata Dokter Magdalena serasa mengelus kemaluan saya dengan tangannya yang halus.
Wajah saya menjadi bersemu merah dibuatnya, sementara tanpa dapat dicegah lagi, senjata saya semakin bertambah tegak tersentuh tangan Dokter Magdalena. Dokter Magdalena masih mengelus-elus dan mengusap-usap batang kejantanan saya itu dari pangkal hingga ujung, juga meremas-remas biji kembar saya.

“Mmm… mas pernah bermain..?” katanya manja.
Saya menggeleng. Saya pura-pura agar ya…ya…ya….
“Aahhh…” saya mendesah ketika mulut Dokter Magdalena mulai mengulum kemaluan saya.
Lalu dengan lidahnya yang kelihatannya sudah mahir, digelitiknya ujung kemaluan saya itu, membuat saya menggerinjal-gerinjal. Seluruh kemaluan saya sudah hampir masuk ke dalam mulut Dokter Magdalena yang cantik itu. Dengan bertubi-tubi disedot-sedotnya kemaluan saya. Terasa geli dan nikmat sekali.

Dokter Magdalena segera melanjutkan permainannya. Ia memasukkan dan mengeluarkan kejantanan saya dari dalam mulutnya berulang-ulang, naik-turun. Gesekan-gesekan antara kemaluan saya dengan dinding mulutnya yang basah membangkitkan kenikmatan tersendiri bagi saya.

“Auuh… aahhh…” akhirnya saya sudah tidak tahan lagi.
Batang kemaluan saya menyemprotkan sperma kental berwarna putih ke dalam mulut Dokter Magdalena. Bagai kehausan,
Dokter Magdalena meneguk semua cairan kental tersebut sampai habis.
“Duh, masa baru begitu saja mas udah keluar.” Dokter Magdalena meledek saya yang baru bermain oral saja sudah mencapai klimaks.

“Dok.., saya… baru pertama kali… melakukan ini…” jawab saya terengah-engah. Dokter Magdalena tidak menjawab. Ia mencopot jas dokternya dan menyampirkannya di gantungan baju di dekat pintu. Kemudian ia menanggalkan kaos oblong yang dikenakannya, juga celana jeans-nya. Mata saya melotot memandangi payudara montoknya yang tampaknya seperti sudah tidak sabar ingin meloncat keluar dari balik BH-nya yang halus. Mata saya serasa mau meloncat keluar sewaktu Dokter Magdalena mencopot BH-nya dan memelorotkan CD-nya. Astaga! Sungguh besar namun terpelihara dan kencang. Tidak ada tanda-tanda kendor atau lipatan-lipatan lemak di tubuhnya. Demikian pula pantatnya. Masih menggumpal bulat yang montok dan kenyal. Benar-benar tubuh paling sempurna yang pernah saya lihat selama hidup ini. Saya merasakan batang kejantanan saya mulai bangkit lebih tinggi menyaksikan pemandangan yang teramat indah ini.

Dokter Magdalena kembali menghampiri saya. Ia menyodorkan payudaranya yang menggantung kenyal ke wajah saya. Tanpa mau membuang waktu, saya langsung menerima pemberiannya. Mulut saya langsung menyergap payudara nan indah ini. Sambil menyedot-nyedot puting susunya yang amat tinggi itu, mengingatkan saya ketika menyusu pada kedua suster tadi malam.
“Uuuhhh… Aaah…” Dokter Magdalena mendesah-desah tatkala lidah saya menjilat-jilati ujung puting susunya yang begitu tinggi menantang.

Saya permainkan puting susu yang memang amat menggiurkan ini dengan bebasnya. Sekali-sekali saya gigit puting susunya itu. Tidak cukup keras memang, namun cukup membuat Dokter Magdalena menggelinjang sambil meringis-ringis.

Tidak lama kemudian, saya menarik tangan Dokter Magdalena agar ikut naik ke atas tempat tidur. Dokter Magdalena memahami apa maksud saya. Ia langsung naik ke atas tubuh saya yang terbaring telentang di tempat tidur. Perlahan-lahan dengan tubuh sedikit menunduk, ia mengarahkan kemaluan saya ke lubang kewanitaannya yang di sekelilingnya ditumbuhi bulu-bulu lebat kehitaman. Lalu dengan cukup keras, setelah batang kejantanan saya sudah masuk 2 cm ke dalam meki dokter, ia menurunkan pantatnya, membuat senjata saya hampir tertelan seluruhnya di dalam lubang surganya. Saya melenguh keras dan menggerinjal-gerinjal cukup kencang waktu ujung kepala kemaluan saya menyentuh pangkal rahim Dokter Magdalena. Menyadari bahwa saya mulai terangsang, Dokter Magdalena menambah kualitas permainannya. Nikmat bro, ngentot bu dokter bagai melayang ke surga. Ia menggerak-gerakkan pantatnya, berputar-putar ke kiri ke kanan dan naik turun ke atas ke bawah. Begitu seterusnya berulang-ulang dengan tempo yang semakin lama semakin tinggi. Membuat tubuh saya menjadi meregang merasakan nikmat yang bukan main.

Saya merasa sudah hampir tidak tahan lagi. Batang keperkasaan saya sudah nyaris menyemprotkan cairan kenikmatan lagi. Namun saya mencoba menahannya sekuat tenaga dan mencoba mengimbangi permainan Dokter Magdalena yang liar itu.
Akhirnya, “Aaahh…” jerit saya.
“Ouuhhh..!” desah Dokter Magdalena.

Dokter Magdalena dan saya menjerit keras. Kami berdua mencapai klimaks hampir bersamaan. Saya menyemprotkan air mani saya di dalam liang memek dokter Magdalena yang masih berdenyut-denyut menjepit keperkasaan saya yang masih kelihatan tegang itu.

Lalu, wajah, mata, dahi, hidung saya habis diciumi oleh Dokter Magdalena sambil berkata, “Terima kasih Mas Norman, ohhh… endanggg..!”

Kami tidak lama kemudian tertidur dalam posisi yang sama, yaitu kakinya melingkar di pinggang saya sambil memeluk tubuh saya dengan hangat. Setelah itu bu dokter tidak pernah datang untuk memeriksa saya lagi. Dimanakah dirimu dokter?

Incoming search terms:

  • cerita sex kontol diperiksa dokter
  • Ibu muda sama daun muda

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *