Cerita Dewasa 2016 Nikmatnya Desahan Janda Sombong
Cerita Dewasa 2016 Nikmatnya Desahan Janda Sombong

Cerita Dewasa 2016 Nikmatnya Desahan Janda Sombong

Diposting pada

Cerita Dewasa 2016 Nikmatnya Desahan Janda Sombong – Udara pagi skali trasa dingin, serta mnyambut kedatangan hari Minggu ini. Wajah Lastri bibi seterang yang brcengkrama tengah dengan bunga taman. Meskipun tampak arogan, tapi wajah kcantikan tidak dapat disembunyikan. Saya baru saja selesai mandi dan berniat ngeteh diteras rumah sementara udara pagi mnghirup segar. Tapi mata saya melihat bibi Lastri sibuk menikmati bunga-bunga taman keindahhan depan rumah. Dengan gaya bunga petani Cibodas, bibi Lastri muncul perhatian serius ke pabrik. “Pagi tan” kataku. “Hmm …” jawabnya tanpa berpaling dari rumpun bunga. “Ingin saya untuk minum nda buatin tan?” Aku bertanya lagi layanan setengah ditawarkan. “Nda perlu !!” dia menjawab sambil berpaling ke saya juga. Saya tidak melihat Bibi Rita, Hendri atau Nita pagi ini “Ach, waktu pagi run?” Fikirku dalam hati.

Cerita Dewasa 2016 Nikmatnya Desahan Janda Sombong
Cerita Dewasa 2016 Nikmatnya Desahan Janda Sombong

 

Cerita Dewasa 2016 Nikmatnya Desahan Janda Sombong – Aku kembali perhatiannya beralih ke Lastri bibi. Mulai dari betis putih muncul mulus meskipun tipis, paha mulus dari betisnya, pantat meskipun celana pendek berpakaian, tapi kurva terlihat jelas. “Coba dia bisa aku tidur dengan seperti Bibi Rita ya?” Gumamku dalam hati. Belum habis pikiran saya, tiba-tiba aku melihat tubuh lemah terhuyung Lastri bibi ingin tumpukan. Cepat aku melompat dan hampir jatuh memegangi tubuhnya, meninggalkan lamunan cabulku sisanya. Kurangkul tubuh halus dan terlihat lemas sekali. “Ga papa yang tepat tan ??” Aku bertanya, penuh kecemasan, sementara tubuh meningkatkan Lastri bibi. “Kepalaku pusing trasa Fad” Lastri bibi menjawab lemah. “Baik, istirahat di” saran sambil terus membawa dia ke rumah. “Akhirnya saya bisa merangkul Lastri” Saya berkata pada diri sendiri. Ada sejuta kebahagiaan di hati saya karena mampu merangkul tubuh arogan. Setelah di dalam rumah, perlahan kududukan Lastri bibi ruang tamu di sofa. Dengan napas dalam-dalam Lastri bibi duduk dan bersandar di belakang sofa. Setelah itu saya melangkah meninggalkannya sendirian.

Tidak brapa lama aku kembali dengan segelas air hangat dan mendekati bibi yang sedang bersandar disandaran sofa Lastri. “Minum dulu tan, meskipun sebaiknya!” Aku berkata sambil menyerahkan segelas air hangat yang dibawa. Tante Lastri juga minum air hangat yang saya berikan. “Terima ya Fad” katanya lemah sambil meletakkan gelas di atas meja di depannya. “Kepalanya masih berputar tidak tan!?” Saya bertanya. Tante Lastri hanya mengangguk kepalanya. “Ingin ga dipijatin!?” Aku bertanya lagi. “E, em” Lastri bibi menjawab perlahan seolah-olah dia kesakitan. Aku segera memijat dari kepala untuk perlahan-lahan, kemudian dahinya yang katanya merupakan pusat rasa sakit. “Nah, mengapa Fad bibi!?” tanya Nita baru saja pulang. “Itu bibi hampir jatuh, sakit kepala Nit!” Saya membalas. “Trlalu kali lelah!?” Nita mengatakan saat ia melangkah ke dapur. “Bye Fad sedikit lebih baik” kata bibi Lastri dengan mata tertutup, menikmati jari pijat pijat.

Dahi Dngn terasa hangat di perasaan hangat yang sama yang menjalari tubuh saya. Harum aroma bibi Lastri trasa mnusuk hidung lubang kedua. Membuat saya ingin lagi memijat dan dngnnya dekat. “Menangkap kali tan, dahi anget aga ne!?” Saya menjelaskan, brupaya memancing untuk mencapai tujuan saya. “Mungkin?” Dia mengatakan pula, seakan mngerti arti kata-kata. Membuat saya lebih Brani lanjut. “Ingin ga dikerikin!?” Saya bertanya haraf dngn penuh. “Memang, Anda bisa!?” Lastri bibi balik brtanya. Membuat hatiku trasa brdebar tak karuan. “Ya itu …” Aku menjelaskan dngn cepat, bibi takut Lastri brubah pikiran lagi. “Baik, tapi dikamar ya …, ga baik di sini” tanya bibi Lastri. Mmbuat brdebar mempercepat hatiku.

Dengan perlahanku papah dia mlangkah mnuju kamarnya. Saya akan brusaha untuk menahan dan menenangkan hatiku. Awal dimiliki niat dan pikiran kotor. Setelah Brada di dalam ruangan, saya sarankan dia istrahat diranjangnya. Lastri bibi adalah mrebahkan Sraya brnafas panjang tubuh. Seolah-olah berat besar yang dibawanya. Aku sgera brlalu mngambil obat gosok dan koin untuk mengikis tubuh Lastri bibi. Akun smua setelah saya menemukan bahwa saya perlu, saya kembali mnghampiri Lastri bibi yang sedang menunggu.

Dengan membranikan diri saya memintamya bahwa dia mlepaskan yang mengenakan pakaian. Dia juga menanggalkan pakaian prlahan atau gaun yang ia kenakan. Shingga Lastri kini hanya bibi mngenakan yang brwarna bra pink dan clana pendek. Ada getaran hangat mnjalari sluruh saya, saat menonton bibinya Lastri mmbuka. Sampai kjantanan dan keinginan jiwaku mmbangunkan. Yang memang memiliki mngendap pikiran saya dari awal, ketika ia memprhatikan taman. Dengan prasaan berbalas nafsu mnentu dan dibayangi pikiran saya. Aku mulai mngusap … punggung mulus ..usap yang mmblakangiku, dngn hati sekali. “Dibuka tali bra nya aja tan ya ??” Saya mengatakan pnuh haraf sambil kemudian mngusap dan punggung yang baik gesekan di depan saya. “Ya …” katanya lirih. Kerikan menahan punggungnya, baik rasa sakit atau kesemutan Saya tidak tahu. Apa tangan sgera tertentu melepas tali bra, sehingga bra-nya mmbuat mlorot beberapa buang air besar payudara bulat mnutupi dan lebih lengkap. Sama seperti kebanyakan miliknya payudara.

Setelah tidak ada lagi penghalang di punggungnya, aku akan membalurinya salep dngn. Dan jari menari jemarikupun mmbentuk dipunggung garis Lastri bibi. Sementara setiap saat mataku melirik ke arah payudaranya ditutupi dngn yang brusaha Tlapak bra dan tangan kedua. Tapi trsebut mmbuatku smakin terangsang didorong rasa yang tramat pnasaran. Smentara bibi Lastri hanya trdiam Sraya bulat mmejamkan dan mata yang indah. “Perlahan perlahan Fad ya!?” Kata Dia masih mata dngn trpejam itu. Pintu kamar Prlahan tiba-tiba terbuka, pusat Nita terlihat brdiri pintu muka. “Tan Saya pertama kali tman rumah mo ya!?” kata Nita brpamitan Sraya mlirik mata padaku. “Ya Nit …” jawab bibi Lastri tanpa brpaling ke arah itu.

Kemudian scara prlahan Nita mnutup pintu belakang dan brlalu pergi. Jari-jariku mulai nakal tugas reaktor, jari-jari saya menyelinap di bawah lengan trkadang nya brusaha mencapai bulat padat dan brisi yang tertutup. Tapi kadang-kadang brusaha Lastri mnghalanginya bibi tangan, dngn menekan pangkal lengan. “Kamu nakal jari ya Fad!?” Kata bibi Lastri stengah berbisik padaku sambil mlirik. Trsipu membuat saya malu. “Dari sich ga kuat, tan …” jawabku jujur. Tapi bibi Lastri bahkan melepaskan bra payudara shingga sekarang tampaknya polos tanpa plindung lagi. Dan langsung ke mata saya tanpa brkedip makan. Mmbuat langsung brdebar hatiku berdebar trsebut pemandangan mnyaksikan. “Sekarang bisa Anda plototin sampai dech puas !!” kata bibi Lastri payudara tidak lagi mnutupit dngn kedua tangan Tlapak lagi. Bgitu trasa brdetak jantung yang cepat dan lemas mmbuat sluruh prsendianku. Penis perlahan tapi pasti mulai berdiri tegak meningkatkan mngikuti keinginan. “Itu selesai Fad ngeriknya!?” Kata bibi Lastri mngingatkanku. Mmbuat saya sgera mlanjutkan trtunda prkerjaanku balasan lama. Hampir seluruh bodi belakang Lastri bibi memiliki kukerik dan merah garis brwarna brgaris. Hanya pantat yang melarikan diri dari kerikanku karena terhalang dngn clana yang mengenakan pendek dan CD. Tapi bagian bokong telah kuplototin puas.

Akhirnya pekerjaan dilakukan dengan baik. Kemudian dngn prlahan jari memijat bahunya. Tante Lastri mnundukan kpalanya, sekali trdengar dahak suara dari mulutnya. “Ini Fad!” Printahnya, jadi saya mnyudahi pijatanku. Dengan malas prasaan akupun mnghentikan pijatanku dan minyak residu sgera mmbrsihkan sisa di kedua Tlapak tngnku. “Cuci tangan Anda bersih pertama biarkan ada !!” mengaku bibi Lastri skaligus printah. Branjak Saya akan pergi ke kamar mandi di ruang yang tidak ada trsebut. Stelah setelah mncuci sluruh tangan sampai bnar bnar bersih. Aku akan pergi kembali ke tengah kembali bahwa Lastri bibi di tempat tidur masih keadaan dngn telanjang sparuh. Sama seperti ketika aku meninggalkan ke kamar mandi. Sampai payudaranya yang mmbusung bulat dan besar muncul dada brisi, puting dngn yang brwarna susu cokelat. “Ayo Fad, Anda ingin ini mainin benar!?”. “Saya juga ingin pula!?” kata bibi Lastri sementara mremas salah satu payudaranya ke mnonjol puting padaku.

Saya juga mndekat mnghampirinya dngn perasaan nafsu. Membuat penis dan mngeras saya brdiri semakin ketat di belakang clanaku. Saya tidak akan menunggu lebih lama lagi, sgeraku remasi payudara yang mnantang. Tante Lastri brgelinjang ketika Tlapak mndarat tangan dan meremas payudaranya. “Achh .., ya Fad trussss” keluhnya prlahan. Jemariku liar sluruh mremasi daging semakin padat brisi putaran. Puting saya yang juga memainkan mngeras awal. “Ya, .., biarkan Fad diisep .., aaaayooo” tanya bibi Lastri dngn taj tratur napas. Saya juga sgera mnjilati dan mengisapi puting. “Aduhhh …, enaaaak, trusss …,” desah Bibi Lastri Sraya mmegangi kpalaku. Aku smakin brnafsu dngn puting kenyal yang sama seperti pembuluh darah dan mnggemaskan. Smentara bibi Lastri smakin mndesah tak karuan. Tangan kanan saya meluncur ke arah slangkangan bawah pusar, kemudian mnyusup masuk antara clana dan CD bibi Lastri. Sampai jari saya trasa mnyentuh rumput halus yang cukup padat di dalamnya.

Tante Lastri tidak membuka pahanya ketika tlunjukku brusaha jari ke dalam lubang yang ada di tengah bulu bulunya. “Aowww …” teriak kecil bibi Lastri ketika tlunjukku brhasil masuk lubang vaginanya. Dia juga mnggeliatkan nafsu bergairah nya. Penis Smentara smakin ingin mngeras keluar dari kain mnutupinya. Tlunjukku keluar jari cukup lama di bibi vagina masuk Lastri, sampai lubang itu mulai trasa basah dan lembab. Sampai akhirnya bibi tangan Lastri memegang gerakan tanganku dan mminta mnyudahinya. “Aaaachhh .., udaahhh., Faddh .., aaachh” erang Bibi Lastri. Saya juga menarik tangan saya dari belakang clananya dan puting mlepaskan dari mulut saya. “Buka pakaian Anda dong, Fad !!” seru Bibi Lastri Sraya kenaikan dan mlepaskan clana pendek dan CD. Shingga ia muncul rumput telanjang dan hitam di tengah slangkangannya hanya ku yang baru ikut campur ikut campur. Saya juga mlepaskan smua pakaian dan sperti telanjang dirinya. Dengan senyum manis pada saya, bibi Lastri mendekat dan brjongkok tepat sebelum slangkanganku. “Aouw, benar-benar besar .. !!” teriak bibinya Lastri Sraya Tlapak berjuang penis yang memiliki brdiri dan keras.

Dengan tangan kanannya erat mmegang batang penis, sementara Tlapak kirinya mngelus elus kpalanya. Sampai penis kpala trasa brdenyut hangat. Kmudian dimasukkan penisnya ke dalam mulutnya Sraya mlirik ke arahku. “Agghhh …” Saya tidak mlengguh tnggelam ketika sluruh penis ke dalam mulutnya. Saya urat darah sluruh brdesir hangt mnjalari dimasukkan ke dalam tubuh saya. Aku hanya bisa menampung kpala Lastri bibi, mremas dan mngusap swab yang keriting rambut sebahu. Smentara bibi smakin Lastri liar, sbentar mngulum dan mngemud seolah ingin melumat penis sluruh.

Cerita Dewasa 2016 Nikmatnya Desahan Janda Sombong – Ternyata dia lebih buas dari Bibi Rita. Trkadang dia mnjilati dari batang pipis lubang dikpalanya. “AAAAAAA …” Aku mengerang terus nan tramat kesenangan. Trasa saya hanyut tak menentu. Entah bibi tua brapa Lastri mngemut, mnjilat dan penis mngulum. Jelas bahwa ini adalah saya brgetar mmbuat tubuh dan hampir kejang. “Gantian dong tan, aQ juga ingin jilatin memekmu!” Rengekku, hampir tidak mampu mnahan jiwaku. Dia ingin memuntahkan sebanyak. Dalam rangka Lastri bibi mandi dngn air maniku. Tante Lastri sgera naik kiri brdiri yang masih brdiri ereksi penis. Kmudian aku mminta dia untuk duduk di kursi tanpa lengan dibayangkan. Saya akan membalas dihiasi brjongkok mnghadap vagina bulu lebat.

Leg kedua Lastri trtumpu bibi di pundak saya. Lalu mulutku mulai vagina mnjarah mengungkapkan bahwa tlah mnganga jari-jari saya, sampai jelas bahwa brwarna lubang memek merah dan basah. Lidah saya mulai mnjelajahi dan mnjilati lorong. “Aaaaowwh …, aaaa …, iyyyaaa .., trussss, aassstttssh” desah Bibi brmain mnjilati Lastri ketika lubang lidah vagina saya. “Aduuuhh …, truuusss, lebihhh daallaaamm, aaah, … enaaakhh, agh, agh, aghhhh” dia mengerang saat dia juga mremas dan mnjambaki rambut dikpalaku. Lidahkupun smakin liar dan brusaha masuk lebih dalam. “Aaaaghh, .., Gilaaaa …, enaaaksss, .., ubss, .., aaaaachghhh” bibi suara Lastri tak karuan. Lidahku mnjilati vagina brhenti dinding lubang, sekarang brpindah pada daging sbesar kacang hijau kecil. Aku menjilat klitoris yang brwarna air dngn mazinya merah dan basah dan air liur saya. “Aughh … ..” suara tante tersedak saat mrapatkan Lastri sperti pahanya, sampai mnjepit leher saya, ketika saya itilnya hisap. “Aaaaa .., auwghhh …., Yaaaaa” Lastri bibi berkata lembut. “Udahhh …, Fad …, udddaah Faadd” bibi rengek Lastri Sraya mndorong kpalaku dngn yang trkulai kaki lemas di bahu saya. Saya juga hisap mulut mlepaskan pada klitoris bibi Lastri dan bangkit brdiri dngn kontol di depan yang masih tegak dan keras. Kemudian bibi mminta Lastri bangkit dari tempat duduknya.

Sekarang aku duduk di kursi yang mnggantikan posisi. Tante Lastri naik paha saya dan mnghadap tubuh terhadap saya, sampai tubuh kita masing-masing brhimpitan. Kmudian bibi Lastri mmbimbing penis dngan masuk kelobang vaginanya. “Aagghhsss ..” erang bibi Lastri kecil ketika penis saya menembus vaginanya masuk. Tak lama ass kmudian mulai turun naik, gesekan mngesek penis di dalamnya. Aqpun mngimbanginya dngn mmegangi mmbantu pantat pinggul atas dan ke bawah. “Aachhh .., yaaaa, oohhh, enaaak fadd”. “Auwwghhh …., aaaaaa …, oohhhh, yaaa” racau tante Lastri karuan jika penis ke bawah dimemeknya mnenggelamkan. “Aauwww, aku ga ne fadd tahan, …, aaaauwww, yessss” erang Bibi Lastri Sraya mnggerakan bokong dngn cepat.

Saya akan membalas reaksi, dengan payudaranya hancur lagi. “Aaaaaawhhh …… ..” erang Bibi Lastri sementara pantat mnekan lebih erat dengan slangkanganku. Saya juga menegang bibi tekanan mnahan Lastri bokong. “Aaaachhhh …….” Aku akhirnya tidak bisa lagi cairan kental mmbendung dari penis. Kami juga erat saling brpelukan keringat dngn sementara brcampur dngn masing-masing. Setelah membuat kami brpelukan cukup lama, kami juga meningkat dngn malas, branjak enggan atmosfer dibayangkan. Pada akhirnya, kami juga mandi tubuh kita mmbrsihkan setiap keringat dngn yang direndam surga. Akhirnya saya bisa bercinta dan menaklukkan kebanggaan Lastri Gienarsih.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *